Informasi Serta Merta

Informasi Serta Merta adalah informasi yang wajib diumumkan secara serta merta, yaitu informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum.


Rabies: Gejala, Penanganan Gigitan dan Pencegahannya

  • Rabies adalah penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan –biasanya anjing– yang telah terinfeksi virus Rabies.
  • Virus Rabies akan bergerak dari luka gigitan menuju otak; pergerakan ini dapat memakan waktu antara beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
  • Ketika virus telah mencapai otak, maka gejala-gejala rabies akan tampak seperti sakit kepala, mual, kemudian sensitif terhadap suara-suara gaduh, takut air dan takut cahaya. Orang yang terinfeksi akan meninggal dalam 14 hari.
  • Jangan abaikan luka gigitan sekecil apapun. Segera cuci luka dengan sabun di air mengalir selama 15 menit untuk mengurangi virus di dalam luka.
  • Laporkan setiap kasus gigitan kepada Dinas yang menangani Kesehatan Hewan setempat.
  • Segera pergi ke Rumah Sakit / Puskesmas untuk mendapat tindakan lebih lanjut.
  • Kenala gejala-gejala Rabies pada anjing, seperti :
    – Gejala Rabies pada anak anjing sering tidak nampak jelas; jangan abaikan gigitan anak anjing
    – Perubahan perilaku dan bertingkah aneh
    – Menggigit dan menjadi buas
    – Bersembunyi dan takut terhadap cahaya
    – Gemetaran, kejang-kejang serta mengeluarkan banyak air liur
  • Bantulah team vaksinasi untuk menemukan dan memvaksinasi anjing-anjing liar
  • Vaksinasi anjing dan anak anjing anda secara rutin setiap tahunnya. Bantu team vaksinasi untuk memvaksin anjing anda
  • Anjing yang telah divaksinasi akan mendapat kalung khusus sebagai penanda

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

PMK Bisa Diatasi

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang mewabah dan menjangkiti sapi, kambing, domba, kerbau dan babi di Indonesia. Pemerintah telah melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian.

FAKTA PMK

  • Risiko kematian tinggi hanya pada ternak muda (usia 1-5 bulan) sebesar 50%
  • Tingkat kesembuhan akibat PMK tinggi, mencapai 98%
  • Tingkat kematian ternak dewasa rendah, hanya 1-3%

Lindungi Ternak Anda Dengan Vaksinasi PMK

Vaksinasi massal, cepat dan serentak terhadap hewan rentan akan menjadi kunci pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia

MENGAPA VAKSINASI PENTING?

  1. Memberi kekebalan kepada ternak untuk melawan virus.
  2. Salah satu cara mencegah tertular virus.
  3. Menurunkan biaya pengobatan ternak.

SEJARAH KEBERHASILAN VAKSINASI

  1. Wabah PMK terakhir pernah menyerang ternak ruminansia di Tanah Air pada 1983.
  2. Wabah berhenti setelah dilalukan vaksinasi massal kepada sapi, kerbau, domba/kambing dan babi.
  3. Indonesia dinyatakan bebas PMK oleh Woah tahun 1990.

Cara Tepat Petugas Lapangan Tangani PMK

Petugas kesehatan hewan, Babinsa, dan masyarakat perlu memahami sejumlah prosedur sebelum membantu penanganan ternak terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

PROSEDUR UNTUK PETUGAS

  • Mengikuti prosedur Biosekuriti
  • Menggunakan APD lengkap (hazmat, sarung tangan, sepatu bot, cover shoes dan masker)
  • Mengganti APD saat menangani ternak untuk setiap peternakan lainnya
  • APD yang telah digunakan agar dimusnahkan di lokasi kecuali sepatu bot

RAGAM PENULARAN KONTAK TIDAK LANGSUNG

  • Produk hewan yang berasal dari hewan rentan PMK
  • Kendaraan, peralatan, kandang yang terkontaminasi
  • Manusia melalui sepatu, tangan atau pakaian terkontaminasi
  • Udara

PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS KE LINGKUNGAN

  • Dekontaminasi dan disinfeksi pembersihan semua alat.
  • Pembatasan hewan keluar dari peternakan.

Peternak Wajib Kenali Penyebab dan Tanda PMK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali mewabah di Indonesia. Peternak wajib mengenali penyebab hingga cara penularannya agar tidak menderita kerugian.

MENGENAL PENYAKIT MULUT DAN KUKU

Kenali :

  1. Sangat menular & menyerang hewan berkuku genap (sapi, domba, kambing, kerbau, babi)
  2. Bertahan hidup di tulang, kelenjar & susu

Penyebab :

  1. Virus dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus

Dampak yang ditimbulkan :

  1. Kerugian ekonomi peternak
  2. Kematian pada ternak yang sakit parah
  3. Produksi susu turun drastis

PAHAMI TANDA & CARA PENULARAN

Tanda Pada Hewan :

  1. Nafsu makan akan hilang
  2. Lepuh berisi cairan atau luka di lidah, gusi, hidung & kuku
  3. Air liur berlebihan
  4. Tidak mampu berjalan atau pincang

CARA PENULARAN

  1. Kontak Langsung :
    • Hewan tertular
  2. Kontak Tidak Langsung :
    • Produk hewan
    • Manusia, alat & sarana transportasi yang terkontaminasi
    • Limbah dari peternakan tertular
    • Udara

PENCEGAHAN PENULARAN

  1. Karantina 14 hari bagi hewan yang baru masuk peternakan
  2. Amati gejala dan pisahkan hewan terindikasi sakit ke kandang isolasi
  3. Hubungi petugas kesehatan hewan & laporkan ke dinas peternakan setempat

PMK Bisa Diatasi

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang mewabah dan menjangkiti sapi, kambing, domba, kerbau dan babi di Indonesia. Pemerintah telah melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian.

FAKTA PMK

  • Tingkat kematian ternak dewasa rendah, hanya 1-3%
  • Risiko kematian tinggi hanya pada ternak muda (usia 1-5 bulan) sebesar 50%
  • Tingkat kesembuhan akibat PMK tinggi, mencapai 98%

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA….

  1. Ternak Terjangkit PMK
  1. Pisahkan ternak sakit
  2. Lapor ke petugas kesehatan hewan
  3. Lakukan pembersihan dan disinfeksi terhadap kandang dan peralatan
  4. Batasi pergerakan hewan, orang dan peralatan dari dan ke peternakan tertular dan pasar hewan
  5. Berikan pakan berkualitas dan tambahan vitamin
  1. Ternak Sehat dan Belum Terjangkit PMK
  2. Berikan pakan berkualitas dan vitamin
  3. Pisahkan ternak baru dan prosedur karantina
  4. Lakukan pembersihan dan disinfeksi rutin di kandang
  5. Vaksinasi hanya pada ternak sehat
  6. Batasi pergerakan hewan, orang dan peralatan dari dan ke peternakan lain dan pasar hewan

PETERNAK WAJIB KENALI PENYEBAB DAN TANDA PMK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali mewabah di Indonesia. Peternak wajib mengenali penyebab hingga cara penularannya agar tidak menderita kerugian.

MENGENAL PENYAKIT MULUT DAN KUKU

Kenali :

  1. Sangat menular & menyerang hewan berkuku genap (sapi, domba, kambing, kerbau, babi)
  2. Bertahan hidup di tulang, kelenjar & susu

Penyebab :

  1. Virus dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus

Dampak yang ditimbulkan :

  1. Kerugian ekonomi peternak
  2. Kematian pada ternak yang sakit parah
  3. Produksi susu turun drastis

PAHAMI TANDA & CARA PENULARAN

Tanda Pada Hewan :

  • Nafsu makan hilang
  • Lepuh berisi cairan atau luka di lidah, gusi, hidung & kuku
  • Air liur berlebihan
  • Tidak mampu berjalan atau pincang

CARA PENULARAN

  • Kontak Langsung :
  • Hewan tertular
  • Kontak Tidak Langsung :
    • Produk hewan
    • Manusia, alat & sarana transportasi yang terkontaminasi
    • Limbah dari peternakan tertular
    • Udara

PENCEGAHAN PENULARAN

  • Karantina 14 hari bagi hewan yang baru masuk peternakan
  • Amati gejala dan pisahkan hewan terindikasi sakit ke kandang isolasi
  • Hubungi petugas kesehatan hewan & laporkan ke dinas peternakan setempat