Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) ke-4 selama bulan Ramadan pada Jumat, 13 Maret 2026, di kawasan Jungke, Karanganyar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pelaksanaan GPM kali ini berlangsung bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah serentak Polres dan Polresta se-Jawa Tengah. Sinergi ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya pada periode meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Berbagai komoditas pangan strategis disediakan dalam kegiatan tersebut, antara lain 4 ton beras SPHP Bulog, 800 liter minyak goreng, 600 kilogram gula pasir, 200 kilogram telur, 200 kilogram daging ayam, aneka sayuran, serta aneka ikan laut. Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Selain pelaksanaan GPM, pada hari yang sama juga dilakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Jungke Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi pasokan tetap aman serta memantau perkembangan harga sejumlah komoditas menjelang Idulfitri. Dari hasil pemantauan, aktivitas perdagangan di pasar terpantau meningkat seiring naiknya kebutuhan masyarakat pada H-8 Lebaran. Beberapa komoditas menunjukkan pergerakan harga, namun secara umum stok bahan pokok di Kabupaten Karanganyar dalam kondisi aman.

Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menekan potensi lonjakan harga di pasaran. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung kestabilan pasokan pangan hingga Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, jajaran Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, perwakilan Bulog Surakarta, jajaran kepolisian, serta unsur perbankan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan nyaman selama Ramadan hingga Lebaran.