Getting your Trinity Audio player ready...

Tim Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan Kabupaten Karanganyar melaksanakan monitoring harga, mutu, dan keamanan pangan di Pasar Jungke, Karanganyar, pada Selasa, 10 Februari 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pengawasan menjelang bulan Ramadhan agar ketersediaan dan harga bahan pangan strategis tetap terkendali, serta keamanan pangan masyarakat terjamin.

Tim Saber Pelanggaran Pangan Kabupaten Karanganyar terdiri dari Satreskrim Polres Karanganyar, Dispertan PP, Disdagperinaker, Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, serta Bulog Cabang Surakarta. Dari hasil pemantauan di lapangan, secara umum ketersediaan bahan pangan strategis terpantau aman dan harga relatif stabil.

Pada aspek kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), beberapa komoditas pokok terpantau masih sesuai ketentuan, antara lain beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.500/kg, beras SPHP Rp11.500/kg (seluruhnya di bawah HET), serta Minyakita Rp15.700/liter (sesuai HET).

Adapun hasil monitoring harga bahan pangan di Pasar Jungke meliputi: daging sapi Rp125.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg, telur ayam Rp28.000/kg, bawang putih honan Rp30.000/kg, bawang merah Rp36.000/kg, cabai rawit merah Rp90.000/kg, cabai merah keriting Rp35.000/kg, cabai merah besar Rp30.000/kg, serta minyak goreng seperti Sunco Rp21.000/liter, Hemart Rp19.000/liter, minyak curah Rp19.000/liter, dan Minyakita Rp15.700/liter.

Tim juga mencatat adanya komoditas yang mengalami lonjakan harga, yaitu daging ayam Rp40.000/kg (sesuai Harga Acuan Penjualan/HAP) dan cabai rawit merah Rp90.000/kg (di atas HAP).

Selain pemantauan harga, Tim Saber turut melakukan pengujian keamanan pangan. Berdasarkan hasil uji rapid test residu pestisida, masih ditemukan beberapa jenis sayuran yang mengandung residu pestisida. Sementara itu, hasil uji kandungan formalin terhadap daging ayam, ikan kembung, dan cumi segar menunjukkan hasil negatif.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk mencuci sayuran menggunakan air mengalir sebelum dikonsumsi guna mengurangi cemaran pestisida. Dari sisi budidaya, Tim mengajak seluruh pihak untuk mendorong petani agar bijak dalam penggunaan pestisida, terutama menjelang masa panen, demi menghasilkan pangan yang lebih aman dan sehat.