|
Getting your Trinity Audio player ready...
|

Dalam rangka memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2026 berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan, Pupuk Indonesia bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar melaksanakan rapat koordinasi dan pembinaan Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini diikuti oleh 171 PPTS serta pelaku usaha distribusi pupuk bersubsidi. Forum koordinasi tersebut menjadi langkah penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, sekaligus menegaskan larangan penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain penegasan kepatuhan terhadap HET, kegiatan juga menekankan penerapan Prinsip 6 Tepat dalam penyaluran pupuk, meliputi tepat harga, tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat tempat. Penerapan prinsip ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola distribusi pupuk agar tepat sasaran sesuai rencana definitif kebutuhan (RDK) tahun 2026, serta mencegah potensi penyimpangan dalam penyaluran di lapangan.
Untuk tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Karanganyar tercatat sebesar 39.700,9 ton. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 42.059 ton. Meski demikian, penurunan tersebut dinilai tidak signifikan mengingat realisasi penyerapan pupuk bersubsidi di tahun 2025 mencapai sekitar 91 persen atau kurang lebih 38.000 ton. Dengan capaian penyerapan tersebut, kebutuhan pupuk petani di Karanganyar tetap dapat dipenuhi melalui pengelolaan distribusi yang lebih tertib dan terukur.
Dispertan PP Kabupaten Karanganyar terus mendorong sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, BUMN Pupuk Indonesia, pelaku usaha distribusi, PPTS, serta petani sebagai aktor utama, agar program daerah “Pupuk Murah Mudah Irigasi Lancar” dapat berjalan sejalan dengan arah pembangunan nasional. Melalui kolaborasi Sesarengan Mbangun Kabupaten Karanganyar, diharapkan ketersediaan pupuk bersubsidi semakin mudah diakses petani, penyaluran semakin lancar, dan produktivitas pertanian dapat terus meningkat menuju petani sejahtera.

