|
Getting your Trinity Audio player ready...
|
Karanganyar, 30 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari upaya nasional untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 17 kecamatan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi Kementerian Dalam Negeri yang dilaksanakan serentak di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaan GPM tersebut, Kabupaten Karanganyar menyalurkan 25 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang dijual dengan harga terjangkau, yaitu Rp 11.600 per kilogram atau Rp 58.000 per kemasan 5 kg. Harga ini berada di bawah harga rata-rata beras di pasar Karanganyar yang saat ini mencapai Rp 13.500 per kilogram, sehingga diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Secara nasional, kegiatan GPM ini merupakan bagian dari program penyaluran 1,3 juta ton beras SPHP oleh pemerintah pusat untuk periode Juli hingga Desember 2025. Pada pelaksanaan serentak hari ini, tercatat lebih dari 43 ribu ton beras SPHP disalurkan di 4.320 kecamatan di 38 provinsi, sebagai bentuk sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Perum Bulog, BUMN, TNI, dan Polri.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan ini. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Bupati Karanganyar yang meninjau langsung pelaksanaan GPM di Kecamatan Jaten. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan pemerintah daerah dalam pengendalian harga pangan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan pelaksanaan GPM ini, diharapkan distribusi beras dengan harga terjangkau dapat merata hingga ke tingkat kecamatan, serta berkontribusi langsung dalam menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah.


