Perlu kita ketahui lebih dulu, bahwa varietas lokal singkong kebanggaan kita ini benar benar sangat spesifik lokasi. Hanya bisa tumbuh dan berumbi SECARA OPTIMAL (khususnya tekstur dan rasa umbi) pada daerah tertentu saja. Di kabupaten Karanganyar, wilayah yang secara umum cocok untuk pertumbuhan singkong ini adalah kecamatan Jatiyoso, Tawangmangu dan Ngargoyoso. Secara spesifik lagi, hanya di beberapa desa saja Wonorejo dan Beruk, Jatiyoso; Tengklik dan Tawangmangu, Tawangmangu serta Kemuning, Ngargoyoso.
Kembali ke masalah penamaan atau penyebutan. Di wilayah Karanganyar memang ada 2 kelompok penyebutan. Utara (Tawangmangu Ngargoyoso) lebih familiar dengan nama JALAKTOWO. Sedangkan di Selatan adalah JARAKTOWO. Padahal tanamannya adalah sama. Saat mencoba mencari asal usul nama singkong ini, dari berbagai literatur minim sekali info yang didapat. Akhirnya kita melakukan wawancara dari tokoh-tokoh pengembang singkong varietas ini, ada satu pernyataan yang bisa dijadikan pijakan. Pijakan itu yaitu bahwa bunga singkong varietas ini punya bunga mirip punya pohon jarak, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama JARAKTOWO.
Oleh karena sekarang singkong kebanggaan kita ini sudah mendapatkan penamaan resmi dari Kementan RI dengan nama JARAKTOWO, mari kita mulai biasakan dengan menyebut JARAKTOWO. “Kalau masih terbiasa JALAKTOWO, ya ndak papa. Sama saja, pohung nya sama sama pulen dan gurih. JARAKTOWO Ngargoyoso, Tawangmangu, atau Jatiyoso sama sama enak. Tidak usah terlalu diperbandingkan.”
Mari kita syukuri ini semua dengan terus mengembangkan singkong kebanggaan kita ini dengan arif.
Terima kasih dan hormat untuk pimpinan Dispertan PP yang telah memperjuangkan semua ini.
KARANGANYAR MAJU DAN BERDAYA SAING



